Siswa SMA 81 Jakarta dan Mahasiswa Unikom Raih Juara Samsung Solve for Tomorrow 2026

Sepanjang program, peserta mendapatkan pembekalan berupa pelatihan Design Thinking, pelatihan AI, serta pendampingan dari mentor. Proses tersebut turut mengasah kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas.

Tenaga Ahli Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Assoc. Prof. Suparto, mengapresiasi penyelenggaraan kompetisi tersebut karena memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan dalam menghasilkan inovasi.

“Selama ini, banyak pihak menganggap Indonesia sebagai negara pemakai teknologi. Melalui Samsung Solve for Tomorrow, generasi muda Indonesia membuktikan kemampuan mereka dalam melahirkan ide-ide unik. Kita perlu menyiapkan potensi tersebut secara terarah agar terus berkembang,” kata Suparto.

Ia juga menekankan bahwa inovasi perlu diarahkan agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya berhenti pada gagasan atau karya akademis.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Sekolah Menengah Atas Kemendikdasmen RI, Yuli Haryanto, S.E., M.Si., menilai kompetisi ini dapat mendorong siswa mengintegrasikan pengetahuan dan teknologi untuk menjawab tantangan di lingkungan sekitar.

Samsung berharap program Solve for Tomorrow dapat terus menjadi wadah bagi generasi muda untuk bereksperimen, berkolaborasi, dan mengembangkan solusi berbasis STEM serta AI.

Melalui semangat “Together for Tomorrow! Enabling People”, Samsung juga menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia pendidikan, dan praktisi untuk mendukung lahirnya lebih banyak inovator muda di Indonesia. ***