Bandung Hidupkan Semangat KAA 1955 melalui Gala Dinner Asia Africa Festival 2026 Bertema Diplomasi Kopi

JURNALINDONESIAUPDATE – Semangat Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 kembali digaungkan melalui Gala Dinner Asia Africa Festival (AAF) 2026 yang mengusung tema “Regenerative Coffee Diplomacy: From Origins to Dialogue”. Digelar di Kota Bandung pada 10 Juli 2026, kegiatan ini menjadikan kopi sebagai media diplomasi untuk memperkuat kerja sama, membangun dialog, serta membuka peluang kolaborasi antarnegara di kawasan Asia dan Afrika.

Mengusung tema “From Origins to Dialogue”, gala dinner tersebut menjadi refleksi atas Bandung Spirit yang lahir dari Konferensi Asia Afrika lebih dari tujuh dekade lalu. Jika pada 1955 para pemimpin negara Asia dan Afrika berkumpul untuk memperjuangkan solidaritas dan kesetaraan, kini semangat tersebut diterjemahkan melalui diplomasi berbasis komoditas yang menjadi identitas bersama negara-negara berkembang.

Konsep Regenerative Coffee Diplomacy diinisiasi oleh penyelenggara sekaligus lembaga riset Gamma Metrics. Berdasarkan kajiannya, Asia dan Afrika memiliki posisi strategis sebagai kawasan penghasil kopi dunia dengan pasar utama di Eropa dan Amerika.

Data Gamma Metrics menunjukkan nilai ekspor kopi dari kawasan Asia mencapai 2,55 juta ton dengan nilai sekitar US$6,45 miliar, sedangkan Afrika mengekspor sekitar 2,008 juta ton senilai US$5,71 miliar. Sementara itu, Eropa masih menjadi pasar impor terbesar dengan kebutuhan mencapai 4,75 juta ton atau bernilai sekitar US$24,70 miliar.

Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, kopi juga dipandang sebagai simbol perjalanan sejarah, perdagangan, budaya, dan hubungan antarbenua. Karena itu, diplomasi kopi tidak hanya difokuskan pada promosi produk, tetapi juga membangun kolaborasi di sektor perdagangan, investasi, inovasi, ekonomi kreatif, hingga hubungan antarpemerintah daerah.