NovaSight menghadirkan lima fitur utama untuk mendukung proses pembelajaran. Fitur Annoter berfungsi mengubah modul matematika menjadi teks naratif agar dapat dibaca secara utuh melalui aplikasi pembaca layar.
Fitur Scriber membantu siswa mencatat tahapan penyelesaian soal menggunakan keyboard yang kompatibel dengan pembaca layar. Sementara itu, Clarifier dapat menjawab pertanyaan siswa berdasarkan modul pembelajaran dan sumber terpercaya.
Adapun Quizzer membantu guru menyusun soal beserta kunci jawaban, sedangkan Evaluaizer menganalisis tahapan pengerjaan siswa untuk mengidentifikasi kesalahan.
Dalam uji coba, siswa tunanetra mampu menjawab empat dari lima soal secara mandiri dalam waktu 15 menit tanpa pendampingan guru.
Perwakilan tim I-SEUNG, Regia Qolbu Rivita Atmowidjaja, mengatakan NovaSight dikembangkan berdasarkan kepedulian terhadap kesulitan yang dialami siswa tunanetra dalam mempelajari matematika.
“Ide inovasi ini berawal dari kepedulian kami terhadap siswa tunanetra yang kesulitan memahami grafik dan diagram matematika. Melalui Samsung Solve for Tomorrow, kami belajar untuk mengembangkan ide tersebut menjadi solusi yang lebih matang, sekaligus memahami pentingnya kolaborasi dan pemanfaatan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” tutur Regia.
Ia berharap kemenangan tersebut dapat menjadi motivasi bagi tim untuk terus menyempurnakan NovaSight agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak siswa.
Samsung Dorong Generasi Muda Jadi Pemecah Masalah
Melalui Samsung Solve for Tomorrow, Samsung ingin mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.






