Siswa SMA 81 Jakarta dan Mahasiswa Unikom Raih Juara Samsung Solve for Tomorrow 2026

Pengguna dapat memantau data lingkungan melalui V.E.R.A (Visual Environment Real-time Analytics), sebuah stasiun pemantau yang memanfaatkan tablet bekas. Perangkat ini juga dilengkapi chatbot edukatif bernama AeroSpora AI.

Dengan ukuran 120 x 50 sentimeter dan kebutuhan daya sekitar 15–25 watt, AeroSpora dirancang untuk menjangkau ruangan seluas 50–80 meter persegi.

Perwakilan tim BryotechAlpha, Azkeanu Rhesa Ramadhan, mengatakan inovasi tersebut berangkat dari keinginan untuk menghadirkan udara yang lebih bersih melalui perpaduan alam dan teknologi.

“Kami ingin menghadirkan udara yang lebih bersih bagi warga Jakarta melalui perpaduan alam dan teknologi. Samsung Solve for Tomorrow memberikan pengalaman berharga bagi kami untuk berani berpikir lebih jauh. Selama program, kami juga mendalami STEM, AI, dan kerja sama tim,” ungkap Keanu.

Baca Juga: Galaxy Z Fold8 Buktikan Layar Besar Tak Lagi Identik dengan Bodi Besar

NovaSight, Aplikasi Matematika Inklusif untuk Siswa Tunanetra

Sementara itu, tim I-SEUNG dari Universitas Komputer Indonesia mengembangkan NovaSight, aplikasi pembelajaran matematika berbasis AI yang dirancang untuk membantu siswa tunanetra.

Ide tersebut muncul setelah tim melakukan wawancara di SLB Negeri A Citeureup, Cimahi. Dari proses tersebut, mereka menemukan bahwa siswa tunanetra masih menghadapi kesulitan dalam memahami grafik dan diagram pada materi matematika.

Di sisi lain, guru juga mengalami kendala ketika harus menilai tahapan pengerjaan soal yang dilakukan siswa. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terdapat 4.229 siswa tunanetra yang bersekolah di SLB di seluruh Indonesia.