Sementara itu, maestro seni patung Indonesia Nyoman Nuarta yang turut memberikan sambutan sebelum pemutaran di gedung sinema NuArt Sculpture Park menyebut Walter Spies memiliki peran besar dalam perkembangan seni Indonesia, khususnya di Bali.
Pematung yang dikenal melalui karya monumental Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan sejumlah karya di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) itu mengatakan sosok Walter Spies tidak boleh dilupakan karena telah berkontribusi memperkenalkan Bali ke panggung dunia melalui seni dan kebudayaan.
Nyoman Nuarta juga mengapresiasi hadirnya film Roots di NuArt Sculpture Park karena dinilai memperkaya ruang apresiasi seni dan membuka dialog yang lebih luas mengenai perkembangan Bali dari berbagai perspektif.
Pemutaran di Bandung turut menghadirkan seniman Bali Gus Dark, yang juga terlibat dalam film serta pameran seni rupa Roots di KBH.G Basel, Swiss, dan ARMA Museum Ubud. Kehadirannya semakin memperkuat diskusi mengenai hubungan seni, budaya, dan lingkungan.
“Kami ingin membangun jejaring dengan seniman di Bandung untuk bersama-sama saling mendukung dalam membuat masa depan Bali dan negeri ini yang lebih baik,” ujar Gus Dark.
Setelah menyelesaikan rangkaian pemutaran di Bandung, film Roots – One Hundred Years Walter Spies in Bali akan melanjutkan roadshow ke Jakarta dan Bogor. Di Jakarta, film ini dijadwalkan diputar di Getback Parlour, Taman Ismail Marzuki (TIM), Contemporary Art Gallery TMII, Galeri Zen, dan Galeri Cemara 6 – Toeti Heraty Museum. Sementara di Bogor, pemutaran akan berlangsung di Hutan Rimba dan Langgar Aksara Nusantara.
