Film Roots One Hundred Years Walter Spies in Bali Sambangi Bandung, Angkat Jejak Seni dan Perubahan Bali

JURNALINDONESIAUPDATE – Film dokumenter fiksi Roots – One Hundred Years Walter Spies in Bali melanjutkan rangkaian roadshow pemutarannya ke Kota Bandung setelah sebelumnya berkeliling sejumlah lokasi di Pulau Bali. Kegiatan yang berlangsung pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2026 ini menjadi ruang apresiasi seni sekaligus diskusi mengenai perjalanan sejarah Walter Spies dan pengaruhnya terhadap perkembangan seni serta budaya Bali selama satu abad.

Di Bandung, film karya sutradara Michael Schindhelm tersebut diputar di tiga lokasi berbeda, yakni Humanika Art Space, Orbital Dago, dan NuArt Sculpture Park. Ketiga venue itu menjadi ruang bertemunya seniman, akademisi, pegiat budaya, hingga masyarakat umum untuk berdialog mengenai warisan seni dan dinamika perubahan Bali dari masa ke masa.

Film Roots – One Hundred Years Walter Spies in Bali mengisahkan perjalanan hidup Walter Spies, seniman kelahiran Moskow berkebangsaan Jerman yang pertama kali datang ke Bali pada 1925. Melalui perpaduan dokumenter dan fiksi, film ini menelusuri kiprah Walter Spies dalam perkembangan seni Bali sekaligus mengajak penonton melihat berbagai perubahan yang terjadi seiring berkembangnya industri pariwisata di Pulau Dewata.

Pemegang hak pemutaran film Roots di Indonesia, Yudha Bantono, mengatakan film tersebut tidak hanya mengangkat perjalanan hidup Walter Spies, tetapi juga membuka ruang refleksi terhadap kondisi Bali saat ini.

“Melalui film Roots kami ingin mengajak pemirsa menelusuri jejak hidup Walter Spies sejak kedatangan pertamanya di Bali pada 1925 hingga warisannya yang kompleks pada era modern sekarang ini,” ujar Yudha.