Film Roots One Hundred Years Walter Spies in Bali Sambangi Bandung, Angkat Jejak Seni dan Perubahan Bali

Menurutnya, film ini memadukan arsip sejarah, rekonstruksi adegan, dan wawancara dengan akademisi seni, budayawan, seniman, lembaga swadaya masyarakat, hingga pegiat lingkungan hidup untuk menghadirkan sudut pandang yang lebih utuh mengenai sosok Walter Spies.

“Film Roots tidak hanya menyorot kontribusi artistik Spies, mulai dari pelestarian tari hingga estetika visual, tetapi juga membuka diskursus tentang dinamika kuasa budaya, kolonialisme, dan dampak pariwisata,” tambahnya.

Pendiri Humanika Art Space, Andang Iskandar, menilai film tersebut menghadirkan perspektif baru dalam memahami sejarah seni Bali. Menurutnya, kisah Walter Spies mampu menginspirasi masyarakat untuk melihat hubungan antara seni, budaya, dan perubahan sosial.

Ia mengatakan film tersebut mengajak penonton membangun ruang dialog imajiner mengenai Bali pada masa lalu, masa kini, hingga masa depan. Bukan hanya menawarkan cerita sejarah, tetapi juga mendorong publik untuk memikirkan langkah yang perlu dilakukan menghadapi berbagai perubahan yang terjadi.

Pandangan serupa disampaikan kurator sekaligus host di Orbital Dago, Rifky Effendy. Ia menilai film Roots menghadirkan perjalanan hidup Walter Spies secara utuh, mulai dari tragedi yang dialaminya sebagai seniman hingga kontribusinya terhadap perkembangan seni Bali.

Menurut Rifky, film ini juga mengajak penonton memahami bagaimana kemajuan industri pariwisata membawa dampak positif sekaligus tantangan bagi kehidupan sosial dan budaya di Bali. Pesan tersebut diharapkan mampu membangkitkan kepedulian seniman maupun masyarakat terhadap masa depan kebudayaan Indonesia.