JURNALINDONESIAUPDATE – Sejarah panjang Tatar Sunda kembali menjadi sorotan di tengah gelaran kirab budaya yang mengangkat Mahkota Binokasih sebagai simbol kebesaran masa lalu. Kajian yang disusun oleh Nina Herlina mengungkap bahwa wilayah Tatar Sunda menyimpan jejak peradaban kerajaan yang luas dan saling terhubung, membentang dari wilayah barat Pulau Jawa hingga sebagian Jawa Tengah.
Dalam pengantarnya, dijelaskan bahwa tidak semua daerah terlibat dalam kirab budaya, sehingga memunculkan pertanyaan di masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk memahami sejarah kerajaan-kerajaan yang menjadi fondasi budaya Sunda, yang sebagian besar memiliki keterkaitan dengan Kerajaan Sunda sebagai pusat peradaban utama.
Awal Peradaban: Dari Salakanagara ke Tarumanagara
Jejak awal kerajaan di Tatar Sunda kerap dikaitkan dengan Salakanagara, meski bukti historisnya masih lemah. Namun, keberadaan Kerajaan Tarumanagara menjadi tonggak penting karena didukung oleh sumber primer berupa prasasti dan catatan dari Tiongkok.
Raja terkenal Tarumanagara, Purnawarman, disebut dalam berbagai prasasti yang tersebar dari wilayah Bogor hingga Banten. Bukti-bukti ini menunjukkan bahwa pengaruh Tarumanagara mencakup wilayah luas, termasuk Jakarta, Bekasi, hingga Karawang.
Lahirnya Kerajaan Sunda dan Galuh
Berakhirnya Tarumanagara pada abad ke-7 menjadi awal lahirnya Kerajaan Sunda di bawah kepemimpinan Tarusbawa. Ia mengganti nama kerajaan sebagai bentuk identitas baru sekaligus mengabadikan asal-usulnya di Sunda Sembawa.
Tak lama kemudian, di wilayah timur muncul Kerajaan Galuh yang didirikan oleh Wretikandayun. Dua kerajaan ini kemudian memiliki hubungan erat, terutama saat kekuasaan bersatu di bawah Sri Baduga Maharaja, sosok yang dikenal luas sebagai Prabu Siliwangi.
Pada masa inilah Kerajaan Sunda mencapai puncak kejayaan dengan pusat pemerintahan di Pakuan Pajajaran. Wilayah kekuasaannya membentang luas dari Selat Sunda hingga Jawa Tengah.






