Perjalanan tersebut kemudian menghasilkan sejumlah prestasi. Selama berkuliah, Tantan berhasil mendapatkan pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sebanyak dua kali.
Prestasi tersebut membawanya mewakili salah satu kampus di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 di Makassar.
Tidak berhenti pada kompetisi mahasiswa, ia juga melanjutkan pengembangan riset melalui kolaborasi dengan pusat riset Universitas Padjadjaran. Karya ilmiah tersebut dipersiapkan untuk dapat dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi.
Wisuda Bukan Akhir Perjalanan
Bagi Tantan, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak semestinya menjadi alasan bagi seseorang untuk berhenti berkembang.
Semangat belajar, motivasi, keberanian mengambil kesempatan, serta ketekunan menjalani proses menjadi modal penting bagi generasi muda dalam mengejar masa depan.
“Meski kita berada di tengah-tengah keterbatasan, tetapi jika mempunyai semangat, motivasi, dan pola pikir yang maju maka akan mendapatkan buah dari hasil kerja keras kita,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan rekan-rekannya agar tidak menjadikan wisuda sebagai garis akhir.
“Hari ini mungkin kita merasa telah sampai pada tujuan. Tetapi saya ingin mengajak kita untuk melihat hari ini bukan sebagai akhir dari perjalanan, melainkan sebagai awal dari perjalanan yang baru,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Tantan juga menyampaikan apresiasi kepada dosen, civitas akademika, serta orang tua yang telah mendampingi perjalanan para mahasiswa hingga berhasil meraih gelar sarjana.
