Wisuda Ketiga UHS Bandung, 174 Lulusan Bawa Semangat Kepemimpinan di Era AI

Rektor Universitas Halim Sanusi, Ir. Setiadi Yazid, M.Sc., Ph.D., mengingatkan para lulusan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses pembelajaran.

Ia mendorong para wisudawan untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani mengambil peran di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

“Saya berharap para wisudawan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, melainkan terus beradaptasi dengan perubahan, mengembangkan kemampuan, serta memiliki keberanian untuk mengambil peran di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat,” katanya.

Wisuda Ketiga UHS juga dihadiri sejumlah tamu kehormatan, di antaranya Ketua Umum DPP PUI Ust. H. Raizal Arifin, M.Sos., Ketua BPH KH. Nazar Haris, M.B.A., serta Anggota DPR RI Hj. Ledia Hanifa, M.Si.

Kisah Wisudawan dari Keterbatasan hingga PIMNAS

Di balik ratusan toga yang dikenakan para lulusan, tersimpan berbagai cerita perjuangan. Salah satunya disampaikan Tantan Nurholid yang menjadi perwakilan wisudawan dalam momentum tersebut.

Tantan menceritakan perjalanan pendidikannya yang tidak selalu mudah. Berasal dari keluarga yang belum memiliki pengalaman pendidikan tinggi, ia mengaku sempat tidak membayangkan dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang strata satu.

Kesempatan mendapatkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) kemudian membuka jalan baginya untuk menempuh pendidikan di Program Studi Fisika UHS.

Pada awalnya, Fisika bukanlah pilihan utama. Namun, pengalaman yang dimilikinya di bidang olimpiade fisika membuatnya mampu menjalani proses perkuliahan hingga menyelesaikan pendidikan.