Kondisi tersebut membuat area popok menjadi salah satu bagian tubuh yang paling berisiko mengalami gangguan skin barrier akibat paparan kelembapan, urine, feses, dan gesekan yang terjadi setiap hari.
Dokter Spesialis Anak dr. Damar Prasetya, Sp.A., M.Sc., M.Psi.T., menjelaskan bahwa menjaga kesehatan skin barrier merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah ruam popok sekaligus mendukung pertumbuhan anak.
Menurutnya, kulit yang mengalami iritasi dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri maupun jamur sehingga berpotensi mengganggu kenyamanan serta aktivitas anak.
“Rusaknya skin barrier dan kondisi ruam popok dapat mengganggu tumbuh kembang anak secara optimal karena kulit yang iritasi berpotensi menjadi sarana masuknya infeksi bakteri maupun jamur. Oleh karena itu, salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah memilih popok yang tepat agar kulit tetap kering dan terlindungi,” jelas dr. Damar.
Senior Brand Manager Baby Happy, Fransisca Vania Harista, mengatakan perusahaan terus berupaya mendampingi keluarga Indonesia melalui edukasi berkelanjutan mengenai pentingnya menjaga kesehatan kulit bayi.
“Tahun ini kami memperluas jangkauan Gerakan Anti Ruam kepada 50.000 ibu dan bayi melalui kolaborasi aktif bersama tenaga kesehatan di ratusan posyandu, puskesmas, dan rumah sakit di berbagai wilayah,” ujarnya.
Selain edukasi, Baby Happy juga memperkenalkan inovasi produk Baby Happy Soft & Comfort yang telah melalui uji klinis hipoalergenik untuk membantu mengurangi risiko ruam popok pada bayi dengan kulit sensitif.
