Revolusi Layanan Kesehatan, PMI Bandung Hadirkan Laboratorium Darah Berbasis Teknologi

“Dengan sistem ini, pencatatan tidak lagi manual sehingga risiko tertukar bisa dihindari. Ini membuat proses menjadi lebih akurat dan efisien,” tambahnya.

Dari sisi kapasitas, fasilitas ini mampu menangani lebih dari 1.000 sampel donor darah per hari. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan darah sekaligus mempercepat proses pelayanan kepada masyarakat.

Farhan juga mengajak warga Kota Bandung untuk aktif mendonorkan darah di PMI. Menurutnya, selain membantu sesama, donor darah kini juga memberikan manfaat tambahan berupa skrining kesehatan.

“Dengan adanya alat ini, masyarakat juga bisa mendapatkan skrining kesehatan dari tes darahnya. Ini akan mendorong gaya hidup sehat di Kota Bandung,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Bandung, Ade Koesjanto dalam laporannya mengungkapkan, pelayanan darah merupakan bagian dari upaya kemanusiaan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

“PMI bertugas menyediakan darah yang aman, berkualitas, dan sehat. Peresmian GLP dan Whole Blood Automation System ini merupakan komitmen kami untuk terus meningkatkan pelayanan,” jelasnya.

Menurut Ade, penerapan sistem GLP ini merupakan implementasi teknologi terdepan yang diharapkan dapat menjadi standar baru bagi unit donor darah di Indonesia.

“Insyaallah PMI DKI dan PMI Surabaya akan segera menyusul, diikuti oleh UDD lainnya di seluruh Indonesia,” katanya.

Ade juga menyampaikan apresiasi kepada mitra swasta, yakni PT Abbott dan PT Istama Ranoraya, atas kolaborasi dalam pengadaan dan pengembangan fasilitas tersebut. ***