PGN Bukukan Penurunan Emisi 68.500 Ton Sejak 2025, Siapkan Strategi Berkelanjutan hingga 2030

Berbagai langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan infrastruktur dan kegiatan operasional gas bumi. Upaya ini juga menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap target pemerintah mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.

Secara akumulatif, sejak 2025 hingga Agustus 2026, penurunan emisi Subholding Gas tercatat lebih dari 68.500 ton CO₂ ekuivalen. Angka tersebut setara dengan sekitar 15,7 persen dari target kumulatif dekarbonisasi perusahaan hingga 2034.

Bagi PGN, pengurangan emisi juga berkaitan dengan upaya memperkuat fundamental bisnis. Efisiensi energi dan optimalisasi operasional diharapkan dapat membantu perusahaan mengelola sumber daya secara lebih efektif sekaligus menjaga keberlanjutan kegiatan usaha.

Selain memberikan manfaat lingkungan, program dekarbonisasi juga berpotensi menciptakan nilai ekonomi. Berdasarkan perhitungan program perusahaan, nilai Marginal Abatement Cost (MAC) tercatat sebesar minus 0,19 ribu dolar AS per tCO₂eq.

Nilai MAC negatif tersebut mengindikasikan bahwa portofolio inisiatif penurunan emisi yang dijalankan berpotensi menghasilkan efisiensi biaya sekaligus memberikan manfaat lingkungan.

“Melalui berbagai program efisiensi energi dan optimalisasi operasional, kami berupaya memastikan bahwa agenda pengurangan emisi dapat berjalan selaras dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya. Dengan demikian, dekarbonisasi tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga mendukung penguatan fundamental bisnis perusahaan,” jelas Mirza.

Susun Strategi Dekarbonisasi Periode 2027–2030

Untuk memastikan keberlanjutan program, PGN menyelenggarakan Workshop Dekarbonisasi Subholding Gas 2027–2030 pada 7 Oktober 2026 di Jakarta.