Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan PGN dan sejumlah entitas dalam Subholding Gas Group. Peserta berasal dari PT Pertamina Gas, PT Perta Arun Gas, PT Saka Energi Indonesia, PT Permata Graha Nusantara, PT PGN LNG Indonesia, PT PGAS Solution, PT PGAS Telekomunikasi Nusantara, serta PT Gagas Energi Indonesia.
Workshop ini menjadi bagian dari penyusunan rencana penurunan emisi yang terintegrasi dan selaras dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) periode 2027–2030.
Penyusunan berbagai inisiatif tersebut juga mengacu pada ESG Roadmap Subholding Gas 2025–2034 sebagai kerangka pelaksanaan program keberlanjutan perusahaan. Usulan program selanjutnya akan difinalisasi dan disampaikan kepada manajemen agar pelaksanaannya dapat berjalan secara terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Menurut Mirza, keterlibatan seluruh entitas Subholding Gas Group menjadi faktor penting untuk memastikan program dekarbonisasi dapat dilaksanakan secara konsisten dan memberikan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan.
“Dekarbonisasi bukan lagi sekadar menurunkan emisi, tetapi menjadi bagian dari strategi bisnis untuk menjaga efisiensi dan daya saing, memitigasi risiko iklim dan regulasi, serta menjawab ekspektasi investor, pelanggan, dan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi seluruh entitas diperlukan untuk memperkuat pelaksanaan inisiatif penurunan emisi secara berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi seluruh entitas Subholding Gas Group, kami berkomitmen memperkuat pelaksanaan inisiatif dekarbonisasi yang terukur dan berkelanjutan,” tutup Mirza.
