Pertamina memastikan seluruh kendaraan yang terdampak mendapatkan penanganan sesuai prosedur, termasuk proses pemeriksaan teknis hingga perbaikan apabila diperlukan.
“Seluruh biaya perbaikan kendaraan menjadi tanggung jawab pihak SPBU. Sebagian kendaraan telah selesai diperbaiki dan sudah dapat kembali digunakan, sementara kendaraan lainnya masih dalam proses perbaikan hingga tuntas,” jelas Satria.
Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap konsumen menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus tersebut. Karena itu, Pertamina meminta pengelola SPBU memberikan layanan maksimal kepada seluruh pelanggan yang terdampak tanpa membebankan biaya perbaikan.
Saat ini, penyebab pasti munculnya keluhan konsumen masih dalam tahap investigasi dan verifikasi oleh tim teknis Pertamina bersama pihak terkait. Pemeriksaan dilakukan terhadap berbagai aspek, mulai dari infrastruktur SPBU, sistem penyaluran, hingga kualitas produk yang berada di lokasi.
Pertamina menegaskan bahwa proses investigasi dilakukan secara menyeluruh agar penyebab kejadian dapat diketahui secara akurat. Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah tindak lanjut maupun upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Sementara itu, Pertamina memastikan distribusi Pertalite di SPBU lain yang berada di wilayah sekitar Kota Bekasi tetap berjalan normal. Berdasarkan hasil pemantauan perusahaan, tidak ditemukan adanya laporan maupun keluhan serupa dari SPBU lainnya.
“Produk Pertalite di SPBU lain di wilayah sekitar dipastikan dalam kondisi aman dan hingga saat ini tidak terdapat keluhan serupa dari masyarakat,” kata Satria.
