Local Hero Lentera Jiwa, Ating Nugraha, mengatakan bahwa program ini membawa perubahan besar terhadap kehidupan para penyintas maupun cara pandang masyarakat terhadap ODGJ yang telah pulih.
“Setelah adanya Program Lentera Jiwa, masyarakat dan pemerintah di wilayah Pangauban semakin memberikan perhatian kepada Sahabat Jiwa maupun keluarganya. Mereka kini diperlakukan sebagaimana masyarakat pada umumnya,” ujarnya.
Perubahan tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan program, karena stigma sosial terhadap ODGJ selama ini menjadi tantangan besar dalam proses pemulihan. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, para penyintas kini memiliki ruang untuk kembali menjalani kehidupan secara normal.
Hingga saat ini, Program Lentera Jiwa telah melibatkan 16 ODGJ pulih sebagai peserta aktif. Selain memperoleh manfaat sosial, kelompok ini juga berhasil menciptakan dampak ekonomi yang signifikan.
Dari berbagai produk yang dipasarkan, kelompok usaha binaan tersebut mampu mencatatkan omzet sekitar Rp15 juta setiap bulan. Capaian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan berbasis keterampilan mampu menjadi jalan bagi penyintas untuk memperoleh penghasilan secara mandiri sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari pendampingan berkelanjutan yang diberikan Pertamina Patra Niaga RJBB. Perusahaan secara konsisten memberikan pelatihan peningkatan kapasitas, pengembangan kewirausahaan, pendampingan produksi, hingga penguatan strategi pemasaran agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.
