Di tengah kondisi global yang masih dipengaruhi berbagai dinamika geopolitik, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi dunia, Pertamina mengajak masyarakat menggunakan energi secara bijak.
Satria mengatakan penggunaan LPG sesuai peruntukannya menjadi salah satu bentuk kontribusi masyarakat dalam menjaga ketahanan energi nasional.
“Dalam kondisi global yang dinamis, masyarakat diharapkan semakin bijak dan tidak melakukan panic buying. Penggunaan LPG sesuai peruntukannya serta menghindari praktik penyalahgunaan merupakan bentuk kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan energi nasional,” katanya.
Pertamina kembali mengingatkan bahwa LPG subsidi 3 kilogram hanya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro sesuai ketentuan pemerintah. Sementara masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik diimbau menggunakan LPG non-subsidi agar penyaluran subsidi energi dapat berlangsung lebih tepat sasaran.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Pertamina Patra Niaga Regional JBB akan terus memperkuat koordinasi dengan aparat kepolisian, pemerintah daerah, serta organisasi Hiswana Migas dalam melakukan pengawasan terhadap agen maupun pangkalan LPG. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rantai distribusi berjalan sesuai prosedur serta memenuhi standar keselamatan.
Perusahaan juga terus meningkatkan edukasi kepada mitra penyalur mengenai pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dan standar operasional distribusi LPG. Langkah tersebut diharapkan mampu meminimalkan potensi penyimpangan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem distribusi energi nasional.
