Dengan jaringan tersebut, Pertamina Patra Niaga menyalurkan alokasi harian mencapai 78.803 tabung LPG 3 kilogram untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha mikro.
Data penyaluran selama Maret 2026 juga menunjukkan realisasi serapan LPG 3 Kg mencapai 98,74 persen, yang mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap energi bersubsidi tersebut.
Untuk mengantisipasi tingginya permintaan, Pertamina Patra Niaga telah melakukan berbagai langkah mitigasi, mulai dari penambahan pasokan fakultatif hingga optimalisasi jam operasional lembaga penyalur, termasuk SPBE, agen, dan pangkalan resmi.
Sebagai langkah tambahan, pada 3 April 2026 Pertamina Patra Niaga menyalurkan 47.600 tabung LPG 3 Kg tambahan di wilayah Kabupaten Cianjur guna menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat.
Menurut Susanto, hasil monitoring di lapangan menunjukkan distribusi LPG masih berjalan sesuai jadwal dan stok di pangkalan resmi tetap dalam kondisi mencukupi.
“Monitoring lapangan menunjukkan stok masih tercukupi dan distribusi berjalan sesuai jadwal,” jelasnya.
Selain memastikan kecukupan pasokan, Pertamina Patra Niaga juga menginstruksikan seluruh agen agar memprioritaskan distribusi ke pangkalan dengan tingkat penjualan tinggi sehingga masyarakat tetap mudah memperoleh LPG bersubsidi.
Di sisi lain, pangkalan resmi diminta mengutamakan penjualan kepada rumah tangga dan pelaku usaha mikro sesuai ketentuan pemerintah, sekaligus menjual LPG sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
