“Pertumbuhan konsumsi listrik ini menjadi salah satu cerminan bergeraknya aktivitas ekonomi di Jawa Barat. Bagi PLN, hal ini bukan sekadar peningkatan penjualan energi, tetapi juga menunjukkan semakin besarnya kebutuhan dunia usaha dan masyarakat terhadap pasokan listrik yang andal. Karena itu, kami terus memastikan kesiapan infrastruktur dan kualitas layanan agar listrik dapat menjadi penggerak produktivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Joharifin.
Konsumsi Listrik Pelanggan Bisnis dan Industri Meningkat
Pertumbuhan konsumsi listrik juga terlihat pada kelompok pelanggan bisnis berskala besar. Hingga September 2026, konsumsi listrik pada kelompok pelanggan tersebut mencapai 3.651 gigawatt hour (GWh).
Angka itu meningkat 253 GWh atau 7,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut mencerminkan perkembangan aktivitas usaha dan layanan komersial di Jawa Barat.
Pasokan listrik yang andal menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang operasional dunia usaha. Selain menjaga kelancaran kegiatan bisnis, ketersediaan listrik juga mendukung produktivitas serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Di sektor industri, konsumsi listrik pada sejumlah kelompok pelanggan mencapai 19.388 GWh hingga September 2026. Jumlah tersebut meningkat 1.285 GWh atau 7,09 persen secara tahunan.
Industri kertas menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan tambahan konsumsi listrik sebesar 249,62 GWh. Selanjutnya, industri besi, baja, dan logam mencatat tambahan 237,82 GWh, sedangkan industri makanan dan minuman meningkat sebesar 187,97 GWh.
