Atjong Tio Purwanto sendiri menyambut positif konsep Pangandaran Run yang menggabungkan olahraga dengan rekreasi.
“Acara Pangandaran ini menurut saya sangat luar biasa. Karena biasanya kita udah larinya di kota-kota terus kan. Jadi biar gak jenuh, nah ini TNI udah ngasih solusi lah. Lari sama rekreasi,” ujar Atjong.
Menurut atlet yang kini fokus sebagai pelatih tersebut, peserta dapat menikmati olahraga sekaligus menghabiskan waktu bersama keluarga.
“Di sana selain kita happy untuk cari prestasi, juga bisa berekreasi. Apalagi bisa mengajak keluarga,” katanya.
Ajak Pelari Pemula Tetap Santai
Atjong juga memberikan pesan bagi masyarakat yang baru mulai menekuni olahraga lari dan ingin mengikuti kategori 5K maupun 10K.
“Untuk para pemula, lari se-happy mungkin. Jangan depressed, jangan terlalu depressed dengan target yang berlebihan. Karena tujuan pertama kita lari itu sehat dan senang. Yang penting kita sehat, senang, finish strong,” ujarnya.
Ia mengatakan persiapan untuk mengikuti lari 5K dan 10K tidak harus disamakan dengan persiapan maraton. Bagi peserta yang hanya menargetkan menyelesaikan lomba dengan baik, latihan dapat dilakukan sekitar satu hingga dua bulan dengan fokus pada daya tahan.
“Ya latihannya karena ini jarak menengah jauh lebih banyak ke endurance. Endurance itu latihan dengan pace yang ringan tapi panjang,” kata Atjong.
Ia menambahkan, peserta yang mengikuti lomba sekadar untuk menikmati suasana dapat memperbanyak latihan jogging dengan jarak yang lebih panjang.
Dorong Ekonomi Lokal Pangandaran
Konsep sport tourism yang diusung Pangandaran Run juga diarahkan untuk memberikan dampak bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
