“Kami ingin peserta pulang bukan hanya membawa medali, tetapi juga membawa cerita. Cerita tentang perjuangan mencapai garis finish, tentang indahnya Pangandaran, dan tentang pengalaman bertemu dengan orang-orang baru. Karena bagi kami, kemenangan bukan hanya soal waktu tercepat, tetapi tentang pengalaman yang akan mereka ingat setelah meninggalkan Pangandaran,” ujar Mayjen TNI Kosasih.
Menurutnya, karakter Pangandaran sebagai kawasan pesisir memberikan pengalaman berbeda bagi peserta yang biasanya mengikuti lomba lari di kawasan perkotaan.
“Kalau biasanya kita berlari di tengah gedung dan jalanan kota, di Pangandaran kita berlari dengan suasana pesisir dan karakter wisata yang kuat. Jadi olahraga dan liburan bisa hadir dalam satu pengalaman. Kita datang untuk berlari, tetapi setelah itu kita punya alasan untuk tinggal lebih lama dan menikmati Pangandaran,” katanya.
Konsep tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjadikan event olahraga sebagai pintu masuk bagi masyarakat untuk mengenal destinasi wisata Pangandaran lebih jauh.
Hadirkan Tokoh dan Inspirasi Dunia Lari
Pangandaran Run 5K & 10K juga akan dihadiri sejumlah tokoh militer dan sosok inspiratif di dunia lari.
Beberapa tokoh yang dijadwalkan hadir antara lain Mayjen TNI Kosasih, Praka Marinir Sedilta Pilon Nubatonis, atlet pelari Atjong Tio Purwanto, serta Abah Dian atau Dian R. Sukmara selaku Race Director.
Kehadiran para tokoh tersebut diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada peserta, baik dalam mengejar prestasi maupun membangun solidaritas antarkomunitas.
