Kinerja BRI Makin Kinclong, Laba Tumbuh 17,5 Persen dan Kredit Capai Rp1.646 Triliun

Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.700 desa binaan. Program Klasterku Hidupku juga telah menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha.

Sementara itu, platform digital LinkUMKM telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM. Pendampingan melalui Rumah BUMN turut melibatkan sekitar 596 ribu pelaku UMKM hingga Juni 2026.

KUR BRI Tembus Rp103,8 Triliun

Dukungan terhadap UMKM juga diperkuat melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp103,8 triliun kepada lebih dari 2 juta debitur.

Jika dihitung secara kumulatif sejak 2015 hingga Juni 2026, penyaluran KUR BRI telah mencapai Rp1.539 triliun kepada 48,4 juta nasabah.

Hery menilai pembiayaan dan pemberdayaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam mendorong UMKM naik kelas.

“Bagi BRI, pembiayaan dan pemberdayaan merupakan satu kesatuan. Kami ingin menciptakan siklus pertumbuhan yang berkelanjutan: UMKM memperoleh akses keuangan, mendapatkan pemberdayaan dan pendampingan, meningkatkan kapasitas usahanya, kemudian naik kelas,” tuturnya.

Ke depan, BRI akan melanjutkan transformasi melalui BRIVolution Reignite dengan fokus memperkuat pendanaan, menyempurnakan bisnis inti, serta membangun sumber pertumbuhan baru.

Strategi tersebut mencakup penguatan dana murah berbasis ekosistem, optimalisasi BRImo, QRIS, Agen BRILink, integrasi value chain, hingga pengembangan layanan bullion bank.

Dengan laba Rp31,2 triliun, pertumbuhan kredit 16,2 persen, serta porsi pembiayaan UMKM yang mencapai 75,1 persen dari portofolio kredit dan pembiayaan, BRI menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh sekaligus memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat. ***