Indonesia Harus Mandiri Produksi Teknologi, PT INTI Punya Peran Strategis dalam Kedaulatan Digital

PT INTI sebelumnya menjadi bagian dari Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS) bersama sejumlah perusahaan nasional, yakni PT Dirgantara Indonesia (PTDI), PT Pindad, PT PAL Indonesia, dan PT Dahana.

Keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut menjadi bagian dari sejarah pengembangan kemampuan industri teknologi dan manufaktur Indonesia.

Dalam konteks kedaulatan digital, penguatan kapasitas perusahaan dalam negeri dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap perangkat keras impor sekaligus memperbesar kemampuan Indonesia dalam mengembangkan teknologi sendiri.

PT INTI, sebagai BUMN yang bergerak di sektor telekomunikasi dan teknologi informasi, memiliki rekam jejak panjang dalam industri tersebut. Penguatan kapabilitas perusahaan diharapkan dapat membuka peluang lebih besar untuk mengambil bagian dalam ekosistem teknologi nasional.

Diskusi Seri Dialog XXIII sendiri diinisiasi melalui kolaborasi Wantiknas, Forum Dialog Nusantara (FDN), dan Indonesia Digital Creative Industry Society. Forum tersebut membahas posisi kedaulatan digital yang kini dinilai sama pentingnya dengan kedaulatan energi dan pangan.

 

Keamanan Siber hingga Pengembangan Platform AI

Selain ketergantungan terhadap teknologi impor, Garuda juga menyoroti persoalan keamanan digital yang masih menjadi tantangan Indonesia.

Ia menilai, penguatan keamanan digital perlu menjadi salah satu langkah awal sebelum Indonesia melangkah lebih jauh menuju kemandirian dan kedaulatan digital.

Ancaman seperti phishing, hacking, stalking, bullying, hingga penipuan digital masih membutuhkan perhatian. Kemampuan melindungi masyarakat dan infrastruktur digital menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem teknologi yang lebih mandiri.