Dalam prosesnya, EIGER bersama para penenun merancang motif baru dengan tetap menghormati motif tradisional Mollo yang memiliki makna budaya dan aturan adat tersendiri. Tabua Tenu menggunakan palet warna bumi yang disesuaikan dengan karakter produk EIGER, berbeda dari sejumlah tenun khas Mollo yang umumnya memakai warna-warna cerah.
Seluruh proses penenunan dilakukan secara handmade oleh puluhan mama dan nona dari Mollo Utara, Mollo Tengah, Polen, dan Tobu. Pengerjaan satu lembar kain berukuran 60 x 200 sentimeter membutuhkan waktu bervariasi, mulai dari empat hari hingga tiga minggu.
Durasi tersebut menyesuaikan aktivitas sehari-hari para penenun. Dengan demikian, koleksi ini tidak hanya membawa hasil kerajinan ke dalam bentuk produk modern, tetapi juga memperkenalkan proses dan keterampilan yang berada di balik setiap lembar kain.
“Kami ingin pelanggan EIGER mengenal proses menenun dan orang-orang yang terlibat di balik koleksi ini. Tabua Tenu menjadi pintu masuk untuk mengenal budaya tenun Mollo lebih jauh, membuka ruang belajar, sekaligus membantu memperluas jangkauan cerita mereka tanpa kehilangan konteks asalnya,” kata Dinanti.
Tersedia Mulai 14 November 2026
Koleksi Tabua Tenu dijadwalkan tersedia secara eksklusif mulai 14 November 2026 melalui situs resmi EIGER dan sejumlah toko flagship di Bandung, Jakarta, Depok, Surabaya, serta Bali.
Peluncuran koleksi ini juga akan dilanjutkan dengan pameran pada pekan kedua November 2026. Pameran tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman lebih dekat kepada pengunjung dalam melihat detail kain tenun, memahami proses pembuatannya, serta bertemu langsung dengan para mama penenun yang terlibat.






