Ia mengatakan seluruh tahapan penelitian dilakukan sesuai standar ilmiah, etika penelitian, dan regulasi yang berlaku. Hasil uji klinis menunjukkan Bio-TCV memiliki profil keamanan yang baik serta mampu membentuk respons imun yang optimal pada berbagai kelompok usia.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, Bio Farma juga terus meningkatkan kapasitas riset dan produksi vaksin berbasis teknologi konjugasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus membuka peluang ekspor melalui proses WHO Prequalification dan registrasi di berbagai negara.
Peluncuran Bio-TCV menjadi tonggak penting dalam perjalanan industri farmasi nasional. Keberhasilan menghadirkan vaksin tifoid produksi dalam negeri menunjukkan bahwa kedaulatan vaksin tidak hanya diukur dari kemampuan memproduksi, tetapi juga dari penguasaan teknologi, kualitas riset, kepatuhan terhadap regulasi internasional, serta kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, akademisi, regulator, industri, dan mitra global dalam menghadirkan vaksin yang aman, bermutu, dan mudah diakses masyarakat. ***
