Bio Farma Targetkan Penuhi 90 Persen Kebutuhan Vaksin Nasional pada 2029

Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 750 juta dosis vaksin. Targetnya, fasilitas mulai menghasilkan produk pada periode 2029–2031.

“Untuk ekspansinya, kami akan mencoba mengembangkan fasilitas di luar Bandung. Posisi kami di Bandung saat ini sudah cukup padat karena berada di tengah kota, sehingga kami mencoba membuka lokasi dan fasilitas produksi baru,” ujar Dicky, Selasa (27/10).

Selain membangun fasilitas baru, Bio Farma juga merencanakan revitalisasi sejumlah fasilitas produksi di kawasan Bandung-Pasteur.

Pengembangan Gedung 12 dan Gedung 43 ditargetkan menambah kapasitas produksi sekitar 145 juta dosis. Sementara itu, pengembangan Gedung 34 direncanakan memberikan tambahan kapasitas sekitar tujuh juta dosis.

Melalui berbagai pengembangan tersebut, Bio Farma menargetkan dapat memenuhi lebih dari 90 persen kebutuhan vaksin Program Imunisasi Nasional pada 2029. Perusahaan juga berupaya mengurangi ketergantungan terhadap impor produk strategis setidaknya 50 persen.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Bio Farma membuka peluang kolaborasi investasi dengan Danantara maupun mitra strategis lainnya. Kerja sama yang ditawarkan mencakup pembangunan fasilitas, peningkatan kapasitas manufaktur, dan pengembangan teknologi bioteknologi.

Baca Juga: Bio Farma Perkuat Riset dan Produksi Vaksin Lewat AI, Distribusi Dipantau Real-Time

Perkuat Teknologi Digital, AI, dan Virtual Reality

Tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, Bio Farma juga memperkenalkan sejumlah teknologi untuk mendukung penelitian, pengawasan distribusi, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia.