Bio Farma Perkuat Riset dan Produksi Vaksin Lewat AI, Distribusi Dipantau Real-Time

Penerapan berbagai teknologi tersebut berjalan seiring dengan digitalisasi proses produksi dan pengendalian mutu. Langkah ini ditujukan untuk mendukung efisiensi operasional, konsistensi proses, serta kualitas produk. Pembenahan proses internal dan peningkatan kompetensi personel juga menjadi bagian dari upaya Bio Farma mengembangkan inovasi secara berkelanjutan.

Baca Juga: Bio Farma Gandeng 23 Century Medical Group, Jajaki Pengembangan Terapi Sel Punca di Indonesia

Vaksin Polio Bio Farma Digunakan di Lebih dari 150 Negara

Penguatan riset, produksi, dan distribusi teknologi farmasi diarahkan untuk mendukung ketersediaan vaksin berkualitas serta memperkuat perlindungan kesehatan melalui imunisasi. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari peningkatan kapasitas nasional dalam memenuhi kebutuhan kesehatan.

Shadiq menegaskan bahwa penguatan inovasi dan penguasaan teknologi penting untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan daya saing Bio Farma di pasar global.

Saat ini, vaksin polio Bio Farma telah digunakan di lebih dari 150 negara. Capaian tersebut mencerminkan kontribusi perusahaan dalam mendukung program kesehatan masyarakat di tingkat internasional.

Selain memenuhi kebutuhan vaksin nasional, Bio Farma turut berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan vaksin global, termasuk melalui kerja sama penyediaan vaksin dengan UNICEF. Kontribusi tersebut menjadi pijakan bagi perusahaan untuk terus mengembangkan kemampuan riset, teknologi, dan produksi guna mendukung kesehatan nasional maupun global.