PT Len Industri Perkuat Hilirisasi Mineral, Dorong Lahirnya Produk Teknologi Berbasis Advanced Materials

Lebih lanjut, Joga menegaskan bahwa penguatan ekosistem advanced materials harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pengelolaan sumber daya mineral, pengembangan material, riset, inovasi, hingga proses manufaktur. Sinergi yang berkesinambungan diyakini mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang kerja sama pengembangan advanced materials berbasis hilirisasi mineral kritis yang melibatkan MIND ID, PT Len Industri, PT Krakatau Steel, dan PERMINAS.

Penandatanganan kerja sama itu disaksikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., Wakil Kepala II BP BUMN Tedi Bharata, serta Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti.

Melalui kerja sama tersebut, keempat perusahaan sepakat membangun sinergi dalam pengembangan ekosistem advanced materials nasional. Kolaborasi akan mencakup pemanfaatan potensi mineral domestik, pengembangan riset dan teknologi, hingga penguatan rantai pasok industri berbasis mineral kritis.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat lahirnya berbagai produk teknologi strategis buatan dalam negeri yang memiliki daya saing di pasar internasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Partisipasi PT Len Industri dalam forum tersebut menjadi penegasan atas peran perusahaan sebagai salah satu motor penggerak transformasi industri nasional. Dengan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dunia pendidikan, serta lembaga penelitian, Len optimistis hilirisasi mineral Indonesia akan mampu menghasilkan inovasi bernilai tinggi yang mendukung kemandirian industri, memperkuat ketahanan teknologi nasional, serta meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global. ***