Deretan teknologi tersebut menjadi bukti bahwa hasil hilirisasi material dapat diwujudkan menjadi sistem berteknologi tinggi yang mendukung kebutuhan pertahanan, keamanan, sekaligus sektor industri nasional.
Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D., mengatakan keberhasilan hilirisasi tidak hanya diukur dari meningkatnya kapasitas pengolahan mineral, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan produk teknologi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi sumber daya mineral yang sangat besar. Tantangan berikutnya adalah memastikan potensi tersebut mampu diolah menjadi material maju yang dapat digunakan dalam berbagai industri strategis.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem advanced materials yang kuat dan berkelanjutan.
Joga menjelaskan bahwa sebagai induk Holding Industri Pertahanan DEFEND ID, Len bersama PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT PAL Indonesia, dan PT Dahana terus mengembangkan berbagai solusi teknologi di bidang elektronika, komunikasi, radar, energi, transportasi, kemaritiman, hingga transformasi digital.
Pengembangan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pertahanan negara, tetapi juga mendukung sektor sipil melalui penerapan konsep dual-use technology. Dengan pendekatan tersebut, inovasi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara luas untuk meningkatkan produktivitas berbagai sektor industri.
