Dengan demikian, pengembangan pasar gas bumi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan volume penyaluran, tetapi juga memberikan solusi energi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
PGN Perkuat Sumber Pasokan
Di sisi lain, perluasan pasar perlu diimbangi dengan penguatan pasokan. Karena itu, PGN terus memperkuat portofolio sumber gas untuk mendukung ekspansi pasar di berbagai daerah.
Salah satunya melalui tambahan alokasi gas dari Wilayah Kerja Tungkal di Sumatera yang dapat diintegrasikan dengan infrastruktur eksisting PGN.
PGN juga mulai menjajaki sumber-sumber pasokan baru untuk menangkap peluang energi masa depan.
Salah satunya adalah potensi pemanfaatan Coalbed Methane (CBM) atau gas metana batubara di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.
Penyaluran CBM tersebut diproyeksikan dapat tumbuh secara bertahap mulai dari 1 MMSCFD hingga mencapai 25 MMSCFD.
Selain CBM, PGN juga menjajaki potensi pengembangan biomethane yang bersumber dari limbah kelapa sawit serta Synthetic Natural Gas (SNG).
Diversifikasi sumber pasokan tersebut menjadi bagian dari strategi PGN dalam memperkuat keberlanjutan pasokan sekaligus menangkap peluang pengembangan pasar gas bumi di masa depan.
Perluasan Pasar Harus Diiringi Keandalan Pasokan
Aldiansyah menegaskan bahwa pengembangan pasar dan penguatan pasokan harus berjalan beriringan.
Dengan begitu, pertumbuhan kebutuhan gas bumi dapat tetap ditopang oleh layanan dan pasokan yang andal.
“Ke depan, PGN akan terus mengoptimalkan ekosistem gas bumi secara terintegrasi, mulai dari penguatan sumber pasokan dan infrastruktur hingga pengembangan pelanggan. Dengan demikian, ekspansi pasar tidak hanya menghasilkan pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperluas pemanfaatan gas bumi untuk mendukung aktivitas masyarakat dan industri di berbagai daerah,” tutup Aldiansyah.
