Ekosistem infrastruktur gas bumi PGN saat ini mencakup jaringan pipa lebih dari 33.000 kilometer serta berbagai fasilitas pendukung CNG dan LNG.
Infrastruktur tersebut menopang layanan kepada 822.561 rumah tangga, 2.842 pelanggan kecil, serta 3.310 pelanggan industri dan komersial.
Sementara itu, layanan gas bumi PGN telah menjangkau 78 kabupaten/kota di Indonesia.
PGN terus mengoptimalkan infrastruktur eksisting sekaligus mengembangkan skema layanan baru untuk memperluas pasar di berbagai daerah.
Salah satu contohnya adalah pengembangan skema CNG Clustering di Sleman, Yogyakarta. Skema tersebut dikembangkan untuk melayani sekitar 4.500 pelanggan rumah tangga, sekaligus pelanggan UMKM dan komersial.
Menurut Aldiansyah, skema beyond pipeline memungkinkan pengembangan pasar dilakukan tanpa harus selalu menunggu pembangunan jaringan pipa utama.
“Dengan solusi beyond pipeline, pengembangan pasar tidak harus selalu menunggu tersedianya jaringan pipa utama. Kami berupaya menghadirkan solusi yang paling sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan pelanggan sehingga manfaat gas bumi dapat dirasakan semakin luas,” lanjutnya.
Gas Bumi Diklaim Beri Efisiensi Biaya
Perluasan pemanfaatan gas bumi juga menyasar sektor usaha kecil dan komersial yang belum terjangkau jaringan pipa.
Penggunaan gas bumi melalui jaringan pipa maupun CNG dapat memberikan efisiensi biaya energi sekitar 30–40 persen per bulan bagi sejumlah segmen pelanggan.
Selain aspek efisiensi, pemanfaatan gas bumi juga menawarkan kemudahan penggunaan serta manfaat lingkungan dibandingkan sejumlah bahan bakar alternatif.
