“Melalui kunjungan ini, kami ingin menunjukkan secara langsung bagaimana Pertamina memastikan ketersediaan dan kualitas avtur yang digunakan dalam operasional penerbangan. Rekan-rekan media dapat melihat tahapan pemeriksaan kualitas, mulai dari penerimaan produk hingga sebelum pengisian ke pesawat, sehingga seluruh proses berjalan sesuai standar yang berlaku,” ujar Arya.
Ia menjelaskan, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik, khususnya menjelang periode Ramadan dan Idulfitri ketika aktivitas penerbangan diperkirakan meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat.
Sementara itu, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa AFT Halim Perdanakusuma merupakan salah satu dari 72 Aviation Fuel Terminal yang dioperasikan Pertamina di Indonesia. Dari sisi volume penyaluran avtur, terminal ini menjadi salah satu yang terbesar di wilayah Jawa Bagian Barat.
Menurut Roberth, kualitas avtur menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan rantai distribusi. Oleh sebab itu, Pertamina menerapkan sistem pengawasan berlapis guna memastikan bahan bakar yang diterima maskapai penerbangan memenuhi spesifikasi dan standar internasional.
“Kami memastikan kualitas avtur yang disalurkan kepada seluruh pelanggan sesuai dengan spesifikasi dan standar internasional. Pemeriksaan kualitas dilakukan pada saat penerimaan produk, saat penimbunan, dan sebelum pengisian ke pesawat udara. Seluruh rangkaian pemeriksaan dalam supply chain tersebut kami jalankan secara berlapis untuk memastikan produk yang diterima pelanggan tetap terjaga kualitasnya,” jelas Roberth.
