Pertamina Patra Niaga RJBB Tambah Desa Energi Berdikari untuk Komunitas Difabel di Bandung

“Melalui program ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh akses terhadap energi bersih, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas usaha serta membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Satria.

Menurutnya, penyediaan energi ramah lingkungan bagi komunitas produktif seperti Merajut Asa Kita menjadi salah satu strategi Pertamina dalam menghadirkan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara bersamaan.

Dari sisi lingkungan, pemanfaatan PLTS tersebut diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon sekitar 4 hingga 5 ton karbon dioksida (CO₂) setiap tahun. Pengurangan emisi ini menjadi kontribusi nyata terhadap upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060 yang tengah didorong pemerintah bersama Pertamina.

Keberadaan sistem energi surya juga diharapkan dapat menjadi contoh penerapan energi baru terbarukan di tingkat komunitas. Dengan biaya operasional yang lebih efisien, pelaku UMKM difabel memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta memperkuat daya saing produk lokal.

Program Desa Energi Berdikari yang dikembangkan Pertamina Patra Niaga RJBB tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga mengedepankan peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola teknologi secara mandiri. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas, Pertamina berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat dari pemanfaatan energi bersih sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-7 tentang energi bersih dan terjangkau, tujuan ke-8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta tujuan ke-13 tentang penanganan perubahan iklim. ***