Pertamina Patra Niaga RJBB Tambah Desa Energi Berdikari untuk Komunitas Difabel di Bandung

Ketua Komunitas Merajut Asa Kita, Eka Rahmat Jaya, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pertamina. Menurutnya, pemanfaatan energi surya memberikan manfaat langsung terhadap efisiensi biaya operasional sekaligus meningkatkan produktivitas para anggota komunitas.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Pertamina melalui program ini. Dengan pemanfaatan energi surya yang bersih, kegiatan produksi rajut dapat berlangsung lebih optimal, biaya operasional menurun, serta produktivitas dan semangat kolaborasi anggota semakin meningkat,” ujarnya.

Selain membangun infrastruktur energi bersih, Pertamina juga membekali masyarakat melalui kegiatan edukasi dan pelatihan teknis. Sebanyak 14 peserta yang terdiri atas perwakilan Kelurahan Binong dan anggota Komunitas Merajut Asa Kita mengikuti sosialisasi mengenai energi baru terbarukan, cara kerja PLTS, hingga tata cara pengoperasian dan perawatan sistem agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang.

Pendampingan teknis tersebut melibatkan Tim Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penyimpanan Energi Listrik Universitas Sebelas Maret (UNS), yaitu Agus Supriyanto, Vernanda Sitorini Zul Hizmi, dan Dwi Djoko Rahmadi. Tim akademisi tersebut berperan sebagai penyedia sekaligus pemasang sistem PLTS, serta memberikan pendampingan teknis kepada masyarakat agar teknologi yang dihadirkan dapat dikelola secara mandiri.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga RJBB, Susanto August Satria, mengatakan bahwa Program Desa Energi Berdikari merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung transisi menuju energi bersih sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.