“Mobilisasi distribusi energi tetap berjalan aman meskipun terdapat kendala cuaca. Proyeksi kebutuhan gasoline meningkat sekitar 19 persen, sedangkan konsumsi gasoil diperkirakan turun sekitar tiga persen. Kami juga telah menyiapkan skema RAE bersama Integrated Terminal Jakarta sebagai alternatif pasokan apabila diperlukan,” jelas Sori.
Ia menambahkan, Pertamina juga menempatkan mobil storage di KM 43 dan KM 71, serta menyediakan layanan motorist di kawasan Pelabuhan Merak guna memastikan masyarakat tetap memperoleh BBM ketika terjadi kepadatan lalu lintas.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, menegaskan bahwa seluruh infrastruktur distribusi energi di wilayah Banten telah dipastikan dalam kondisi siap beroperasi.
Menurutnya, pasokan BBM dari Fuel Terminal Tanjung Gerem tetap aman dengan proses distribusi yang berjalan lancar, termasuk melalui jaringan pipa yang menjadi salah satu jalur utama penyaluran energi di wilayah tersebut.
“Pasokan BBM dari Tanjung Gerem dipastikan dalam kondisi aman dan penyalurannya berjalan lancar tanpa kendala signifikan, termasuk melalui jalur pipa. Pertamina terus menjaga ketahanan energi untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran sehingga kebutuhan BBM dan LPG masyarakat di wilayah Banten tetap terpenuhi,” kata Satria.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM maupun LPG secara berlebihan (panic buying) karena stok energi telah dipersiapkan dalam jumlah yang mencukupi selama masa Satgas RAFI 2026.
