Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menyiapkan 210 SPBU yang beroperasi selama 24 jam di wilayah Banten. Selain itu, perusahaan juga menghadirkan Serambi MyPertamina di Rest Area KM 43 sebagai tempat istirahat bagi para pemudik.
Tidak hanya itu, Pertamina juga menyiapkan 13 titik layanan motorist yang ditempatkan di sejumlah rest area strategis. Layanan ini ditujukan untuk membantu kendaraan yang kehabisan BBM di jalur mudik sehingga dapat memperoleh pasokan bahan bakar tanpa harus meninggalkan lokasi.
Sebagai penguatan distribusi, Pertamina mengoperasikan 11 unit mobil tangki storage, dua titik layanan BBM siaga, serta Kiosk Pertamina Siaga yang disiapkan untuk menjangkau lokasi-lokasi dengan potensi peningkatan konsumsi BBM selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
Selain memperkuat infrastruktur pelayanan, Pertamina juga menawarkan berbagai program promosi melalui aplikasi MyPertamina guna memberikan kemudahan transaksi sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan selama perjalanan mudik.
Sementara itu, Fuel Terminal Manager Tanjung Gerem, Muhammad Sori, menjelaskan bahwa wilayah Banten memiliki karakteristik distribusi energi yang berbeda dibandingkan daerah lain karena menjadi jalur utama menuju Pelabuhan Merak sekaligus kawasan wisata.
Untuk itu, Pertamina menerapkan skema Regular, Alternative, and Emergency (RAE) dalam pengelolaan distribusi energi. Sistem tersebut memungkinkan perusahaan tetap menjaga kelancaran pasokan meskipun terjadi gangguan operasional, seperti cuaca buruk maupun peningkatan konsumsi secara tiba-tiba.
