Selain menghadirkan fasilitas tersebut, Pertamina juga menyiapkan dua unit motorist, sembilan SPBU kantong, dan satu unit SPBU modular yang disiagakan untuk membantu masyarakat apabila membutuhkan pasokan BBM di jalur mudik maupun kawasan dengan tingkat mobilitas tinggi.
Menurut Erlangga, seluruh layanan tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga kualitas pelayanan sekaligus memastikan ketahanan pasokan energi selama masa Satgas RAFI.
“Pertamina juga menyiapkan tim Satgas RAFI yang akan siaga untuk memastikan operasional berjalan lancar dan mencegah potensi kekosongan stok di SPBU. Berdasarkan proyeksi kami, konsumsi BBM diperkirakan meningkat sekitar 26,4 persen selama masa arus mudik 2026,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila masyarakat membutuhkan pasokan BBM di lokasi tertentu, Pertamina juga menyediakan layanan Pertamina Delivery Service (PDS) yang memungkinkan pengiriman BBM langsung ke lokasi pelanggan sesuai kebutuhan.
“Kami memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar agar masyarakat dapat dengan mudah memperoleh BBM maupun LPG selama periode Ramadan dan Idulfitri,” kata Erlangga.
Selain menyiapkan layanan tambahan, Pertamina juga memberikan perhatian khusus terhadap wilayah-wilayah yang memiliki potensi risiko bencana alam. Langkah ini dilakukan mengingat sebagian jalur di Sukabumi dan Cianjur merupakan kawasan yang rawan longsor maupun gangguan cuaca ekstrem sehingga membutuhkan kesiapsiagaan distribusi energi yang lebih tinggi.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, mengatakan pihaknya telah memetakan pola mobilitas masyarakat selama musim mudik tahun ini sebagai dasar dalam menyusun strategi distribusi energi.
