Pemeriksaan bersama itu meliputi pengecekan langsung pada tangki pendam serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Dari hasil pengecekan tersebut diperoleh kesimpulan yang sama, yakni tidak ditemukan kandungan air maupun indikasi kontaminasi pada BBM yang tersimpan di dalam tangki.
Selain melakukan pemeriksaan teknis, Pertamina juga menelusuri data operasional SPBU untuk mengetahui kondisi penyaluran BBM pada periode yang dimaksud dalam laporan pelanggan.
Berdasarkan catatan operasional, pada Jumat malam, 5 Juni 2026, atau sehari setelah waktu pengisian yang disampaikan pelanggan, lebih dari 2.500 kendaraan melakukan pengisian BBM jenis Pertalite menggunakan pasokan dari tangki pendam yang sama. Selama periode tersebut, perusahaan tidak menerima laporan lain mengenai kendaraan mogok maupun dugaan kualitas BBM yang bermasalah.
“Hingga saat ini Pertamina tidak menerima laporan atau keluhan serupa dari pelanggan lain terkait kendaraan mogok maupun dugaan kontaminasi air setelah melakukan pengisian BBM pada periode yang sama di SPBU tersebut. Hanya satu konsumen yang menyampaikan keluhan dari lebih dari 2.000 konsumen yang mengisi Pertalite pada hari yang sama,” jelas Satria.
Meski hasil investigasi tidak menemukan adanya indikasi kontaminasi, Pertamina Patra Niaga tetap melanjutkan proses penanganan terhadap keluhan pelanggan sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Perusahaan memastikan tim pengelola SPBU akan menyampaikan hasil pemeriksaan secara terbuka kepada pelanggan berdasarkan data teknis dan hasil pengujian yang telah dilakukan bersama pihak eksternal.
