Pertamina Patra Niaga RJBB turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan insiden tersebut. Selain petugas pemadam kebakaran, aparat TNI dan Polri juga turut membantu mengamankan lokasi kejadian serta memastikan situasi tetap kondusif.
“Kami sangat mengapresiasi kerja cepat dan kolaborasi seluruh pihak, termasuk Damkar, TNI, dan Polri, sehingga penanganan insiden dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan dampak lanjutan,” lanjut Susanto.
Prioritaskan Penanganan Korban dan Investigasi
Setelah api berhasil dipadamkan, fokus utama Pertamina Patra Niaga RJBB beralih pada penanganan pascakejadian. Langkah tersebut meliputi memastikan keamanan masyarakat di sekitar lokasi, memberikan perhatian terhadap pekerja SPBE, serta mendukung proses penanganan korban terdampak.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam proses investigasi bersama aparat berwenang. Pertamina menegaskan akan menghormati proses penyelidikan dan menyampaikan informasi lanjutan setelah hasil investigasi resmi diterbitkan.
“Penyebab insiden masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Kami akan menyampaikan perkembangan secara berkala setelah ada hasil resmi,” jelas Susanto.
Distribusi LPG Tetap Normal
Di tengah proses penanganan insiden, Pertamina Patra Niaga RJBB memastikan distribusi LPG kepada masyarakat tidak mengalami gangguan. Untuk menjaga keberlangsungan pasokan, perusahaan segera mengaktifkan skema Regular Alternative Emergency (RAE) sebagai sistem distribusi darurat.
