Menurut Abdullah, keberadaan PLTS tidak hanya memberikan manfaat berupa ketersediaan energi yang lebih andal, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai kegiatan produktif dengan biaya operasional yang lebih efisien.
Di kesempatan terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, menegaskan bahwa tujuan utama Program Desa Energi Berdikari adalah menciptakan masyarakat yang mampu mengelola energi secara mandiri, bukan sekadar menjadi penerima bantuan.
“Melalui Program Desa Energi Berdikari, Pertamina ingin memastikan masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mengelola energi secara mandiri. Program ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam mendorong kemandirian energi desa sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tegas Satria.
Ia menambahkan, pemanfaatan energi baru terbarukan menjadi salah satu langkah nyata Pertamina dalam mendukung agenda transisi energi nasional serta memperluas akses masyarakat terhadap sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
Program Desa Energi Berdikari di Desa Tegalurung juga diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis energi bersih yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain. Dengan kolaborasi antara Pertamina, pemerintah desa, perguruan tinggi, dan kelompok masyarakat, program tersebut diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan energi terbarukan.
