Menurutnya, fasilitas tersebut akan membantu meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas produk, hingga membuka peluang memperluas pemasaran hasil olahan mangga.
“Kami berharap rumah produksi ini dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi anggota kelompok dan masyarakat sekitar,” katanya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat PT Pertamina Patra Niaga, Susanto August Satria, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Ia menjelaskan, Pertamina Patra Niaga tidak hanya berfokus pada penyediaan energi bagi masyarakat, tetapi juga berupaya mendorong tumbuhnya ekonomi lokal melalui penguatan potensi yang dimiliki setiap daerah.
Menurut Satria, pengembangan sektor pertanian mangga di Desa Sliyeg Lor memiliki peluang besar untuk terus ditingkatkan, terutama jika diiringi dengan inovasi produk olahan dan penguatan kelembagaan masyarakat.
“Peresmian Saung SAGARI serta bantuan yang diberikan diharapkan mampu memperkuat potensi masyarakat mulai dari budidaya hingga pengembangan produk olahan mangga yang memiliki nilai tambah. Kami berharap program ini dapat mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing melalui pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan,” ujarnya.
Program yang dijalankan Pertamina Patra Niaga ini juga sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam upaya mengurangi kemiskinan, menciptakan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, mendorong konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta memperkuat kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
