“Saung SAGARI diharapkan menjadi ruang bersama untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan berbagai program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sliyeg Lor,” ujarnya.
Peresmian fasilitas tersebut ditandai dengan prosesi potong tumpeng sebagai simbol dimulainya pemanfaatan Saung SAGARI sebagai pusat kegiatan petani mangga konvensional di desa tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Pertamina Patra Niaga melalui Integrated Terminal Balongan juga menyerahkan bantuan CSR berupa 100 bibit pohon mangga kepada para petani. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung regenerasi tanaman sekaligus mengganti pohon-pohon mangga yang dinilai sudah tidak lagi produktif sehingga produktivitas kebun masyarakat tetap terjaga.
Tak hanya mendukung sektor budidaya, Pertamina Patra Niaga juga memberikan bantuan pembangunan rumah produksi bagi Kelompok Usaha Perempuan Berdaya (KUPERA). Fasilitas tersebut nantinya dimanfaatkan sebagai pusat pengolahan hasil panen mangga menjadi berbagai produk bernilai tambah yang memiliki peluang pasar lebih luas.
Rumah produksi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya produk olahan mangga yang memiliki daya saing lebih tinggi. Selama ini, anggota KUPERA telah mengembangkan sejumlah produk berbahan baku mangga, salah satunya cookies mangga yang menjadi produk unggulan kelompok.
Ketua Kelompok KUPERA, Nunung, mengatakan keberadaan rumah produksi akan memberikan dampak positif terhadap pengembangan usaha yang selama ini dijalankan masyarakat.
