Saat ini, sebanyak 20 penerima manfaat aktif mengelola berbagai komoditas pertanian seperti pakcoy, caisim, cabai rawit, hingga melon. Selain itu, mereka juga mengembangkan budidaya ikan lele dan ikan nila yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Lurah Pondok Kopi, Sandy Adamsyah, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun bersama Pertamina Patra Niaga. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi langkah positif dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat.
“Kami mengapresiasi komitmen Pertamina yang telah menjalin kerja sama dengan Kelurahan Pondok Kopi melalui Program Rumah Gizi Rawajaya. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Sementara itu, AFT Manager Halim Perdanakusuma, Irine Yuliana, menegaskan bahwa Program Rumah Gizi Rawajaya merupakan salah satu bentuk komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Menurut Irine, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari hasil yang diperoleh saat ini, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk mandiri dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki di masa mendatang.
“Melalui Program Rumah Gizi Rawajaya, kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi warga. Bersama Kelurahan Pondok Kopi dan Kelompok Rumah Gizi Rawajaya, kami berharap program ini dapat memberikan dampak yang berkelanjutan serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
