Menurutnya, kondisi tersebut tidak menunjukkan adanya kelangkaan LPG, melainkan tingginya tingkat penyerapan masyarakat dalam waktu yang relatif singkat. Karena itu, Pertamina Patra Niaga terus memonitor perkembangan distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.
Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi, Pertamina Patra Niaga Regional JBB mengoptimalkan distribusi harian serta menyalurkan tambahan pasokan fakultatif atau extra dropping sebesar 8 persen dari alokasi reguler di wilayah Kabupaten Kuningan. Langkah ini dilakukan agar stok di pangkalan resmi tetap tersedia dan masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh LPG bersubsidi.
Optimalisasi distribusi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dengan ketersediaan pasokan di lapangan. Dengan tambahan distribusi tersebut, Pertamina berharap pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar selama masa pasca-Lebaran.
Selain memperkuat pasokan, Satgas Idulfitri Pertamina Patra Niaga juga tetap disiagakan selama 24 jam untuk melakukan pemantauan terhadap proses distribusi hingga tingkat pangkalan. Pengawasan dilakukan secara intensif guna memastikan seluruh jaringan distribusi beroperasi normal serta mampu merespons apabila terjadi peningkatan permintaan di wilayah tertentu.
Seluruh agen dan pangkalan resmi LPG di wilayah Kuningan juga dipastikan tetap menjalankan operasional sesuai jadwal sehingga distribusi kepada masyarakat berlangsung tanpa hambatan.
Satria menegaskan bahwa LPG 3 Kg merupakan produk bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro. Oleh sebab itu, Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat yang mampu secara ekonomi untuk menggunakan LPG non-subsidi agar penyaluran subsidi energi tetap tepat sasaran.
