Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum Jurnalis Peduli Keluarga, Najib Hendra, menegaskan bahwa media mempunyai posisi yang sangat strategis dalam kehidupan masyarakat modern.
Menurutnya, media bukan sekadar saluran penyebaran informasi, melainkan menjadi jembatan komunikasi yang mampu menjangkau masyarakat secara luas dalam waktu singkat.
Ia mengatakan, keberadaan media yang menyajikan informasi secara akurat dan bertanggung jawab sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan, termasuk isu perlindungan keluarga.
“Media menjadi mata dan telinga masyarakat. Melalui media, informasi dapat diterima siapa saja, kapan saja, sehingga perannya sangat penting dalam membangun kesadaran publik,” ujarnya.
Diskusi dalam sarasehan tersebut juga menghasilkan kesepahaman bahwa penguatan literasi digital harus berjalan beriringan dengan kebijakan yang berpihak pada perlindungan anak dan perempuan.
Selain itu, pengawasan dari lingkungan keluarga dinilai tetap menjadi faktor utama dalam membangun ketahanan keluarga menghadapi tantangan era digital.
Para narasumber sepakat bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, industri media, serta masyarakat merupakan fondasi penting dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan media dapat terus menjalankan fungsinya sebagai mitra strategis dalam menyebarkan informasi yang berkualitas, membangun karakter generasi muda, serta memperkuat ketahanan keluarga sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jawa Barat Istimewa. ***
