Di sisi lain, jalinan kerja sama antara industri dengan sekolah juga sudah dilakukan oleh SMK yang berlokasi di dua kawasan industri (KI), yaitu KI MM2100 dan KI Greenland International Industrial Center yang di mana kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan nyata industri saat ini sehingga begitu lulus siswa dapat mengisi tenaga kerja di kawasan industri tersebut.
Upaya lainnya untuk mencapai target tersebut juga dilakukan Pemdaprov Jabar melalui peningkatan kemitraan antara UMKM dengan industri besar. Tujuannya agar terbangun kondisi di mana rantai pasok lokal dapat terintegrasi sehingga ketergantungan bahan baku yang sifatnya pengganti bisa disubstitusi dengan sumber daya di Jabar.
Implementasi industri hijau juga menjadi salah satu target krusial dalam komitmen bersama. Mengutip yang disampaikan Gubernur Jabar, Nining menyampaikan bahwa industri Jabar harus berbasis ekologi. Artinya, dalam beroperasi industri harus tetap memperhatikan keberlangsungan lingkungan sekitar sehingga keberlanjutan industri pun akan terjamin.
“Dengan demikian, implementasi industri hijau ini juga terus kita dorong agar dapat mencapai target dalam komitmen bersama, di mana industri Jabar secara lebih intensif menerapkan standar hijau,” pungkas Nining.
Sebagai tindak lanjut komitmen bersama akan dibuat Rencana Aksi untuk pelaksanaannya. Langkah konkret ini diharapkan menjadi katalisator bagi terwujudnya Jawa Barat dengan industri inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. ***






