Pemdaprov Jabar Siap Kembangkan Industri Inklusif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan

“Keberhasilan sektor industri akan memberikan dampak berantai (multiplier effect) yang signifikan bagi masyarakat. Hal ini mencakup peningkatan penyerapan tenaga kerja hingga pemanfaatan sumber daya lokal secara menyeluruh demi mendukung program hilirisasi dan pengembangan rantai pasok dalam negeri,” ungkap Nining.

Lebih lanjut, Nining menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih erat dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Kita ingin membangun komunikasi dan kolaborasi dengan semua stakeholder untuk kemudian bersama-sama menyelesaikan pengembangan industri di Jabar. Kolaborasi ini tentunya melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga para pelaku usaha industri di wilayah Jabar,” jelas Nining.

Berbagai target didorong untuk dicapai dalam dokumen komitmen bersama tersebut, meliputi peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal Jawa Barat dengan kompetensi sesuai kebutuhan industri, industri Jawa Barat menyediakan progam magang, peningkatan penggunaan bahan baku lokal sebagai bagian rantai pasok di sektor industri termasuk mengalokasikan pengadaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, dan industri secara lebih aktif menerapkan standar industri hijau.

Untuk mendukung target tersebut, Pemdaprov Jabar telah berkomitmen meningkatkan kualitas sumder daya manusia salah satunya melalui program pemagangan, khususnya bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Program Gubernur Jabar yang berkelanjutan salah satunya adalah program pemagangan. Melalui program ini siswa sudah mulai dikenalkan dengan dunia industri. Kemudian dengan komitmen bersama ini diharapkan industri juga mendukung dengan menerima siswa untuk magang di industri-industri yang relevan dengan jurusan dari SMK,” jabar Nining.