Lima seniman yang mengikuti proses residensi ini berasal dari sejumlah daerah, yakni Clara Vania dari Yogyakarta, Dewi Nurlaela dari Jakarta, Ilham Sadikin dari Bandung, Septa Anggitayuda dari Bogor, serta Zakka Nurul Giffani Hadi dari Yogyakarta.
Selama sepuluh hari, para seniman mengikuti proses pertukaran pengetahuan dan eksplorasi artistik. Mereka juga berkesempatan bertemu dengan berbagai seniman, kolektif seni, serta ruang seni independen di Yogyakarta.
Hasil dari proses tersebut kemudian dituangkan dalam karya dengan pendekatan dan medium yang beragam. Tema yang diangkat mencakup eksplorasi arsitektur, transportasi, dan tradisi melalui figur robotik, simbolisme kesetaraan komunitas Tuli dan Dengar, hingga fotografi yang memanfaatkan bahasa isyarat.
Ada pula karya yang mendokumentasikan hubungan keluarga menggunakan teknik cyanotype serta kolase yang memadukan citra fisik dan digital.
Melalui pameran IN MEDIO, para seniman menghadirkan ruang perjumpaan yang tidak hanya menjadi tempat apresiasi karya, tetapi juga mengajak masyarakat melihat keberagaman dan kesetaraan dalam praktik seni.
Pameran ini sekaligus memperluas pemahaman bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan mengembangkan potensi melalui kreativitas.
JNE Perkuat Kolaborasi dengan Komunitas Kreatif
Bagi JNE, keterlibatan dalam pameran IN MEDIO menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui berbagai kolaborasi positif.
Sejalan dengan semangat Connecting Happiness, JNE memandang setiap pengiriman memiliki cerita dan makna tersendiri. Dalam konteks pameran seni, layanan logistik turut menjadi bagian dari perjalanan sebuah karya hingga dapat bertemu dengan masyarakat.






