“Kami tidak akan mengoperasikan perjalanan kereta api sebelum dipastikan seluruh jalur benar-benar aman untuk dilalui,” katanya.
KAI Daop 2 Bandung juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas keterlambatan perjalanan KA Siliwangi yang terjadi sebagai dampak dari proses inspeksi keselamatan tersebut.
Perusahaan berharap masyarakat dapat memahami bahwa keselamatan perjalanan selalu ditempatkan di atas ketepatan waktu, khususnya ketika menghadapi situasi luar biasa seperti gempa bumi.
Selain melakukan pemeriksaan internal, KAI Daop 2 Bandung terus berkoordinasi dengan BMKG serta berbagai pihak terkait untuk memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Jawa Barat.
Koordinasi tersebut dilakukan guna memastikan setiap potensi risiko terhadap operasional perkeretaapian dapat diantisipasi sejak dini sehingga seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 2 Bandung tetap berjalan dengan aman, selamat, dan nyaman bagi seluruh pelanggan.
Dengan penerapan prosedur keselamatan yang ketat, KAI Daop 2 Bandung menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan layanan transportasi kereta api, termasuk saat menghadapi kondisi darurat akibat bencana alam. Langkah cepat berupa penghentian sementara perjalanan dan pemeriksaan menyeluruh menjadi bagian penting dalam memastikan keamanan operasional sebelum kereta kembali melayani masyarakat. ***
