Hasil inspeksi menunjukkan seluruh prasarana di lintas Cibeber–Gandasoli berada dalam kondisi baik dan tidak ditemukan adanya kerusakan akibat gempa. Setelah dinyatakan aman, KA Siliwangi kembali diberangkatkan dari Stasiun Cibeber pada pukul 15.34 WIB.
Akibat proses pemeriksaan keselamatan tersebut, perjalanan KA Siliwangi mengalami keterlambatan sekitar 19 menit dari jadwal semula.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan operasional kereta api selalu menjadi prioritas utama perusahaan, terutama ketika terjadi kondisi darurat seperti bencana alam.
Menurutnya, setiap kejadian gempa bumi yang berpotensi memengaruhi jalur kereta api akan langsung direspons dengan penerapan prosedur tanggap darurat. Salah satunya adalah menghentikan sementara perjalanan kereta di lintas terdampak hingga proses inspeksi selesai dilakukan.
“KAI Daop 2 Bandung memastikan hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh prasarana di lintas Cibeber–Gandasoli dalam kondisi aman dan tidak terdapat kerusakan akibat gempa. Pemeriksaan dilakukan sesuai standar operasional sebagai langkah antisipatif sebelum perjalanan kereta api kembali dilanjutkan. Keselamatan pelanggan, awak sarana, dan operasional kereta api selalu menjadi prioritas utama kami,” ujar Kuswardojo.
Ia menambahkan bahwa meskipun gempa tidak menimbulkan kerusakan pada jalur maupun bangunan prasarana, proses pemeriksaan tetap wajib dilakukan sebagai bentuk mitigasi risiko.
Menurutnya, KAI tidak akan mengoperasikan kembali perjalanan kereta sebelum seluruh jalur benar-benar dipastikan aman untuk dilalui. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan seluruh pengguna jasa kereta api.
